Akan tiba saatnya aku akan berhenti beraktifitas. Berhenti menulis, berhenti main facebook, berhenti melakukan kegiatan di depan laptop. Aku juga pada saatnya nanti akan berhenti ke Tanah Abang. Berhenti pula berjualan di Pulomas. Feelingku makin kuat mengatakan bahwa akan semakin dekat saat-saat aku akan tanpa daya menghadapi kehidupan. Terkapar di ranjang putih berseprei putih, dengan luka sayat bekas pisau bedah para dokter.
Oh Tuhan, betapa aku takut membayangkan semua itu bakal melintas di dalam kehidupanku. Kesakitan, dan kesakitan itu yang menghantuku. Seberapa sakitkah? Kadang aku mencoba mengukur. Tapi aku hempas kembali sebab rasanya tidak hanya bagian kulit saja yang bakal disayat. Tapi ulu hati.
Dalam ketidaksempurnaanku, Tuhan, maafkan aku jika nanti aku mengembalikan tubuhku yang aku pinjam dariMU dalam keadaan yang tidak sempurna. Aku kurang bisa menjaganya. Dan aku membiarkannya sakit. Maaf, maaf, Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar